Kamis, 25 September 2014

Strawberry Muffin

Resep ini aku dapat dari seorang teman dikelas. Her name is Detta. Gak tau sih sebenernya ini resep punya siapa, tapi yang jelas resep ini menolong banget waktu praktek. Hasilnya keren dan memuaskan :D Kebetulan kemarin (24/9/14) aku dan Detta kebagian praktek bikin "Muffin". Detta kebagian "Chocolate Muffin" dan aku kebagian "Strawberry Muffin". Resep dasar sebenarnya sama saja, hanya perbedaan di rasa dan campuran serta isiannya. Pinter2 kamu dalam mem-variasikan aja. Let's check out the recipe!!!

Kamis, 15 Mei 2014

Tuscan Bread - I made It -

Hi guys,,, beberapa waktu yang lalu aku sudah mem-posting tentang Tuscan bread. Masih ingat?? Nah, minggu lalu aku akhirnya membuat roti tersebut. Mau lihat? Ini dia.
 At the upper side, itu lah yang namanya Tuscan Bread. Hanya terbuat dari air, ragi dan all-purpose flour (tepung protein sedang). Namun, disebagian resep juga ada yang menggunakan olive oil atau minyak zaitun dalam pembuatan Tuscan Bread ini. Kebetulan, roti yang ada digambar menggunakan resep yang melibatkan minyak zaitun dalam pembuatannya. Begitulah rotinya. Pembuatannya menggunakan suhu yang sangat tinggi, yaitu sekitar 230 derajat celcius selama 30 menit, sehingga menghasilkan bagian luar yang keras persis seperti French Bread atau yang dikenal dengan Baguette. Walaupun diluarnya keras, tapi saat roti ini dipotong bagian dalamny tetap lembut . Untuk rasa?? Jangan ditanya. Roti ini tentu rasanya sangat hambar tanpa rasa, karena dalam pembuatannya sendiri tidak ada campuran bahan yang dapat memberikan rasa seperti gula atau garam. Karena itulah untuk memakan roti ini perlu didampingi dengan makanan pendamping. Kebanyakan roti di dunia barat memang tidak dikonsumsi sendiri, melainkan dimakan bersama makanan pendamping seperti soup.

Nah, di bagian bawah foto itu adalah salah satu makanan pendamping untuk Tuscan Bread. Di daerahnya, makanan tersebut disebut Pappa Al Pomodoro. Pappa Al Pomodoro adalah sejenis soup tomat yang dimasak bersama dengan potongan roti Tuscan itu sendiri. Sehingga soup nya menjadi sangat kental karena tambahan roti tersebut. Untuk rasa?? Mungkin karena lidah ku tidak terbiasa dan memang kurang menyukai tomat, jadi aku tidak menyukai rasanya. Rasanya yang jelas seperti rasa tomat yang diberi seasoning. Itu saja.

Untuk resep Pappa Al Pomodoro, kamu bisa mendapatkannya disini
dan untuk resep Tuscan bread, kamu bisa lihat di postingan ku sebelumnya. Tapi, kalau kamu ingin memakai resep yang melibatkan minyak zaitun dalam pembuatannya, kamu bisa cek disini

Im sorry cus im so lazy to write down the recipes here... 
Bye and enjoy your day. Dont forget your meal and eat well 

Kamis, 24 April 2014

Donat Kentang with Palm Sugar

Beberapa waktu yang lalu aku praktek membuat donat kentang di kampus. Karena hasilnya bagus dan rasanya enak, jadi aku membuatnya lagi bersama teman sekelasku. Untuk itu, aku akan berbagi resepnya. Kebetulan ini resep dari dosenku. Boleh Copy and Share, tapi jangan lupa cantumkan sumber website ya. Thanks :D

Shortening

Postingan-ku yang satu ini berkaitan dengan mata kuliah "Dasar Patiseri". Nah, disini akan sedikit menjelaskan tentang apa itu "Shortening" atau yang dikenal juga dengan lemak. Maaf jika terdapat kesalahan info dan sebagainya. Copy and Share boleh. Jangan lupa cantumkan sumber website. Thanks.

Tuscan Bread


Hai... Udah lama rasanya gak posting disini :). And this time, aku akan share sedikit info tentang makanan luar. Namanya adalah Tuscan Bread atau Roti Tuscan. Ini adalah salah satu tugas kuliah aku, mata kuliah "Bread". Ternyata cukup sulit untuk mencari info tentang roti ini dari website yang ada dalam bahasa Indonesia. Semua sumber yang aku dapat semuanya dalam bahasa inggris dan harus di translate dulu. Jadi, aku ingin berbagi ilmu ini untuk semuanya karena aku tau sangat sulit untuk mencari info ini. Maaf apabila ada kalimat yang tidak dimengerti. Karena semua sumber dari bahasa inggris, jadi ada terjemahan yang tidak saya mengerti dan sulit untuk dirangkai menjadi kalimat yang mudah dipahami.
Silahkan copy dan share bila perlu. Tapi ingat! Jangan jadi generasi PENJIPLAK. Selalu cantumkan alamat sumber setiap kamu mengambil info ini. Please take out with full credit :D Thanks.

Rabu, 14 November 2012

Metode Memasak

Metode memasak terbagi yaitu teknik memasak panas basah dan teknik memasak panas kering.

Teknik Memasak Panas Basah:
  1. Boiling : Mengolah bahan makanan dalam cairan yang sedang mendidih (100ºC) .Cairan yang biasa dipergunakan yaitu air, white stock, brown stock, susu, santan, fish stock.
  2. Simmering : Merebus bahan makanan dalam air pada suhu 95ºC - 98ºC dengan perbandingan air dan bahan makanan 10:1. Cara menyimmer bahan makanan yaitu setelah air mendidih lebih kurang 100ºC kemudian api dikecilkan hingga suhu sekitar 95ºC - 99ºC dan mulai saat itu proses simmer dihitung dan proses merebus terus berlangsung sesuai kebutuhan. Tujuan simmer yaitu untuk mengeluarkan zat ekstraktif pada bahan makanan.
  3. Poaching (merebus dibawah titik didih) : merebus bahan makanan dibawah titik didih, hal ini dapat dilihat dari gerakan air perebusan yang tidak mengeluarkan gelembung udara. Proses perebusan dengan api yang sedikit kecil sekitar suhu dalam air 83ºC - 95ºC dan merebus dalam teknik ini berlangsung sedikit lama.
  4. Stewing : mengolah bahan makanan yang lebih dahulu ditumis bumbunya, bahan yang telah dipotong disesuaikan dengan jenis masakannya, direbus dengan cairan berbumbu dengan api sedang dan sering diaduk-aduk. Cairan yang dipakai biasanya susu, santan stock dan lainnya.
  5. Brasing : suatu teknik merebus bahan makanan dalam cairan sedikit atau setengah dari bahannya dalam panci bertutup dan dilakukan dengan api kecil secara perlahan-lahan. Braising dapat dilakukan dalam oven atau diatas perapian.
  6. Steaming : memasak bahan makanan dengan uap panas. Bahan makanan diletakkan pada suatu tempat steamer lalu uap air panas disalurkan ke sekeliling bahan makanan yang sedang dikukus.
  7. Blancing : teknik memasak dengan cara mencelupkan bahan makanan kedalam cairan mendidih yang diberi garam dalam waktu singkat. Makanan yang telah diblancing langsung disiram air dingin yang gunanya untuk menghentikan proses pemasakan lebih lanjut. Teknik ini dapat dilakukan dalam minyak mendidih.
Teknik Memasak Panas Kering:
  1. Baking : mengolah makanan dalam oven dengan panas dari segala arah. Prinsip dasar baking yaitu pemanasan dalam oven sesuai dengan suhu yang diperlukan sebelum bahan makanan masuk kedalam oven, suhu yang dipergunakan harus tetap dipantau selama proses pembakaran. Dalam makanan kontinental, makanan yang diproses dengan baking seperti macam-macam pastry, roti, kentang, cake dan puding.
  2. Grilling (membakar) : mengolah makanan yang dimasak diatas lempengan besi panas (gridle) yang diletakkan diatas perapian. Grilling dalam istilah Amerika disebut Broiling. Broiling adalah mengolah bahan makanan diatas pan diberi sedikit minyak/lemak baik pada bahan makanan maupun bahan yang akan digunakan. Dalam membakar, panas yang digunakan berasal dari bahan kayu bakar, arang atau batu bara dan dapat pula dari elektrik. Teknik grill dapat juga dilakukan diatas bara api langsung yang diatasnya ada alat jeruji panggang. Prinsip dasar grilling adalah daging yang digunakan yang muda, kualitas baik, sebelum dibakar daging dimarinate dalam bumbu. Makanan hasil dari teknik ini yaitu daging, daging cincang, ikan dan ayam.
  3. Roasting : teknik mengolah makanan dengan cara memanggang bahan makanan dengan cara memanggang bahan makanan dalam bentuk besar didalam oven,seperti daging atau ayam diletangkan dalam roasting pan. Teknik ini selain dalam oven juga dalam api langsung. Prinsip dasar roasting yaitu selama pengolahan perlu dibolah balik agar matangnya merata , jika memakai tulang penyangga tidak perlu sering dibolak-balik karena tulang penyangga merupakan penghantar panas.
  4. Frying : mengolah bahan makanan dalam minyak yang panas supaya makanan menjadi kering dan berwarna kecoklatan , suhu yang dipergunakan sekitar 160ºC - 180 ºC. Memasak dengan teknik frying ada 2 cara yaitu Deep frying dan Pan Frying. Deep frying yaitu memasak bahan makanan dengan cara menggoreng dalam api panas dan menggunakan minyak yang banyak. Sedangkan Pan Frying yaitu menggoreng bahan makanan dengan minyak sedikit dengan menggunakan oil atau margarin. 
  5. Saute (menumis) : memasak bahan makanan dengan potongan-potongan yang kecil dan dengan sedikit minyak. Saute biasanya digunakan pada irisan daging yang tipis, unggas, ikan, sayuran dan kentang.
Sumber: Presentasi "Metode Memasak" oleh ATAT SITI NURANI, Dosen Program Studi Pendidikan Tata Boga, Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Universitas Pendidikan Indonesia.

Senin, 12 November 2012

Vegetable Cutting (Potongan Sayuran)

Vegetable Cutting adalah berbagai jenis potongan sayuran atau bahan makanan yang digunakan untuk pengolahan masakan.

Macam-macam bentuk potongan (Vegetable Cutting):
1. ALLUMETTES atau MACHESTIK : Potongan tipis panjang dengan ukuran 1/2 mm x 4 cm , seperti korek api, biasanya pada kentang dan lobak.

2. BRUNOISE : Potongan yang berbentuk kubus kecil dengan ukuran 1 x 1 x 1 mm. Potongan ini lebih kecil dari Macedoine, biasanya digunakan pada wortel, lobak dan bawang merah.


3. CHIFFONADE : Potongan sayuran yang khusus untuk kol seperti untuk salad yang diiris tipis setebal 1-2 mm memanjang.



4. CHOPPED : Potongan cincang halus maupun kasar.


5. CONCASSER : Potongan chopped tetapi lebih kasar dalam ukuran dan potongannya.


6. CUBE : Potongan dalam bentuk dadu ukuran 12 mm x 12 mm x 25 mm.


7. EMINCER : Memotong hingga menjadi potongan yang sangat tipis.


8. FRITE : Potongan sisi persegi panjang dengan ukuran 8-12 x 7 mm.


9. JARDINIÈRE/ BATONNET : Potongan sayuran yang berbentuk balok dengan ukuran 4 1/2 x 1/2 cm.


10. JULIENE : Potongan yang berbentuk seperti batang korek api, balok, dengan ukuran 3 x 1 x 1 mm. Potongan ini lebih halus dari Allumette, biasanya digunakan pada wortel, kubis, dan bawang bombay.


11. LARGE DICE : Potongan dengan ukuran 2 x 2 x 2 cm.


12. MACEDOINE : Potongan yang berbentuk kubus kecil dengan ukuran 1 x 1 x 1 cm. Biasanya pada wortel, buncis, kentang, dan lobak.


13. MEDIUM DICE : Potongan dengan ukuran 12 x 12 x 12 mm.


14. MINCE : Memotong secara chop tetapi dalam potongan yang lebih baik dan teratur.


15. SHRED : Memotong dengan bentuk panjang dan tipis. Potongan dapat juga dilakukan dengan parutan keju dan potonga kasar.


16. SLICE : Memotong dengan potongan melintang atau miring dan harus rata.




17. SMALL DICE : Memotong dengan ukuran 6 x 6 x 6 mm.


Semoga Bermanfaat! :D
Source: Presentasi "Potongan Sayur" oleh ATAT SITI NURANI, Dosen Program Studi Pendidikan Tata Boga, Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Universitas Pendidikan Indonesia.